Bagaimana Menghadirkan Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan di Kelas?

Senin, 12 Januari 2015 09:51:45 - Posting by Arrohman - 621 views

Bagaimana Menghadirkan Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan di Kelas?

Oleh: Muhammad Luthfi Arrohman

 

            Secara umum, siswa jenjang sekolah menengah di Indonesia menempuh sepertiga hari mereka di sekolah. Di sekolah siswa wajib memelajari mata pelajaran yang jumlahnya belasan. Rata-rata tiap mata pelajaran mendapatkan jumlah jam tatap muka 2x45 menit per pertemuan.  Dalam kurun waktu tersebut sangat  rentan terjadi kebosanan pada siswa. Lalu bagaimana agar siswa tidak bosan belajar?

Pembelajaran menarik dan menyenangkan merupakan salah satu faktor yang dapat mengusir kebosanan saat pembelajaran. Guru memiliki peranan penting untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, karena guru adalah pemeran utama dalam pembelajaran di kelas. Sukses tidaknya pembelajaran sangat dipengaruhi oleh guru. Karena guru adalah pendesain, pelaksana, dan evaluator pembelajaran di kelas.

Sebagai sosok yang selalu berhadapan langsung dengan siswa, guru dituntut berpenampilan semenarik mungkin agar siswa bersemangat belajar. Pernahkan saat kita menjadi siswa dulu merasa kecewa saat mata pelajaran yang kita tunggu-tunggu ternyata jam kosong? Hal itu membuktikan bahwa guru menjadi salah satu faktor menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Sebagai contoh seorang siswa saat  kelas X tertarik pada mata pelajaran kimia. Namun, setelah naik kelas XI pelajaran kimia terasa biasa-biasa saja atau bahkan membosankan karena diajar oleh guru yang berbeda. Bagaimanakah agar guru dapat menarik sehingga siswa pun semangat belajar? Bagaimanakah mata pelajaran yang mungkin membosankan menjadi menarik?

Guru mata pelajaran adalah seorang yang dianggap lebih mengerti pada bidang-bidang tertentu oleh siswa. Oleh karena itu, guru harus benar-benar menguasai materi yang akan disampaikan. Sekali saja guru nampak bingung atau kurang paham dengan materi yang disampaikan, dikhawatirkan kemampuan guru akan diragukan oleh siswa. Jika hal itu terjadi sangat mungkin guru akan diremehkan siswa sehingga mereka jarang memerhatikan saat guru menjelaskan materi. Poin ini bukanlah masalah besar jika mata pelajaran yang diajarkan memang benar-benar bidang yang dikuasai.

 

Selain dianggap sebagai orang yang lebih paham dan menguasai bidang tertentu, guru juga bertindak sebagai desainer pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan sangat membutuhkan perencanaan/desain. Desain pembelajaran mutlak diperlukan sebelum mengajar. Desain yang ditekankan adalah terkait kegiatan inti siswa. Kegiatan inti siswa dapat  diisi dengan diskusi berbasis masalah, kerja kelompok, atau bahkan model permainan. Ketiga jenis kegiatan inti tersebut memiliki banyak variasi model, misal jenis diskusi (Problem Based Learning (PBL),Group Investigation,  Think Pair Share dll).  Jenis permainan (Talking Stick, snow ball throwing, snow ball drilling, dll) dan kerja kelompok (Jigsaw, Two Stray Two Stay,Number Heads, dll). Ketiga jenis kegiatan inti tersebut menuntut siswa beraktivitas, sehingga waktu terasa lebih cepat berlalu.

Pemilihan model pembelajaran, tentunya akan sangat dipengaruhi oleh jenis materinya. Tiap jenis materi memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh, materi hafalan tidak sesuai diterapkan pada metode diskusi. Metode diskusi hanya dapat diterapkan pada jenis materi pemecahan masalah. Materi pemecahan masalah umumnya bersifat kontekstual. Apa itu materi kontekstual?

Materi kontekstual adalah materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Semua jenis materi mata pelajaran sangat mungkin memunculkan materi kontekstual, karena semua yang diajarkan di sekolah sangat mungkin diaplikasiakan untuk keperluan manusia. Namun, masih sangat jarang guru menyampaikan manfaat memelajari materi-materi tertentu. Sebagai contoh saat belajar materi jenis hutan, siswa akan memelajari klasifikasi pohon menurut luasan kanopi/tajuknya. Tanpa penjelasan, siswa akan malas dan bahkan mungkin  meremehkan materi. Padahal luasan kanopi pohon ialah salah satu faktor yang memengaruhi tingkat erosi. Semakin sempit kanopi pohon semakin banyak tanah yang tererosi. Tingkat erosi tinggi akan menurunkan tingkat kesuburan tanah dan menurunkan kemampuan tanah menyerap air. Kesuburan tanah menurun akan menurunkan hasil panen dan penyerapan air berkurang akan mengakibatkan banjir saat musim penghujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Materi kontekstual akan memunculkan pembelajaran yang menarik dan bermakna. Selain itu, materi kontekstual bersifat pemahaman dan penalaran sehingga lebih mudah diingat. Jenis materi yang demikian sangat mungkin memunculkan pertanyaan tingkat tinggi. Apa itu pertanyaan tingkat tinggi?

Pertanyaan tingkat tinggi adalah pertanyaan bertingkat yang menuntut siswa analitis, evaluatif dan kreatif. Jawaban jenis pertanyaan ini umumnya tidak ditemukan pada buku teks, karena menuntut siswa untuk berpikir dari teori yang ada. Kemampuan analisis ialah kemampuan minimal yang harus dilakukan siswa sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi. Jenis pertanyaan ini dapat diterapkan pada semua jenis mata pelajaran. Sebagai contoh: ”Batuan apakah yang dalam proses pembentukannya memakahn waktu lebih lama antara batuan beku atau metamorf?” (bab litosfer geografi); ”Apakah jenis rangkaian listrik yang paling sesuai untuk lampu penerangan jalan?” (Bab listrik statis, fisika); ”Mengapa jenis seni kriya umumnya berbentuk tiga dimensi? ” (Klasifikasi seni, seni budaya keterampilan).

Pembelajaran dialami siswa 6-7 jam perhari, 6 hari dalam seminggu, 4 minggu sebulan, dan 11 bulan setahun. Hal itu tentu sangat akan membebani siswa jika dijalani dengan rasa bosan. Oleh karena itu, guru patut mencoba menghadirkan pembelajaran menarik dan menyenangkan di kelas. Hal itu dapat dilakukan dengan mendesain kegiatan inti, memunculkan materi kontekstual, dan pertanyaan tingkat tinggi.

Cara-cara tersebut hanyalah sebagian kecil dari kenyataan yang sudah terjadi. Tidak menutup kemungkinan masih sangat banyak hal-hal lain yang dapat menciptakan pembelajaran menarik dan menyenangkan dari guru-guru yang jauh lebih berpengalaman. Silahkan berbagi pengalaman untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Semoga dapat menginsiprasi dan menjadikan ilmu yang bermanfaat. (MLA)

 

Tags #